Lindungi Narasumber, Wartawan Di Subulussalam Aceh Diduga di Intimidasi

  • Whatsapp

ACEH SINGKIL/NEWSSANTIKORUPSI-Kunjungan kerja yang dilakukan kepala kejaksaan negeri (KAJATI) Aceh, Dr muhammad yusuf ke Kota Subulussalam. senin 26 oktober 2021. menyisakan cerita pilu untuk seorang wartawan media online yang bertugas di wilayah Sada Kata Subulussaam.

Junaidi berutu yang merupakan salah satu wartawan dari media mendapat ancaman dari sejumlah orang yang bergabung di lingkar pinggang penguasa di kota subulussalam. menurutnya, aksi sejumlah orang yang mengancam tersebut bermula saat dirinya mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya sepanduk ucapan “selamat datang kajati aceh di kota royal fee ttd masyarakat”.

Bacaan Lainnya

“saya mendapat informasi dari masyarakat, berupa gambar pada pukul 10 : 15 WIB bahwa di desa batu napal terdapat sebuah sepanduk ucapan selamat datang untuk kejati aceh” jelasnya.

tak lama kemudian lanjutnya, junaidi mendapat telfon dari salah seorang yang menanyai keberadaannya. selang berapa saat sejumlah orang dengan menggunakan tiga unit mobil yang disinyalir orang terdekat walikota subulussalam menghampirinya disalah satu mini market di kecamatan penanggalan.

“mereka telfon nanya saya dimana, terus saya bilang saya sedang di indomaret. lalu mereka menanyakan siapa yang mengirim gambar, saya jawab saya seorang jurnalis. tidak bisa memeberitahu siapa narasumber saya” terangnya.

masih lanjut junaidi, setelah mengatakan hal tersebut. karena kondisi mulai tidak kondusif, djunaidi meninggalkan lokasi. tak berselang lama hendak menuju sepeda motor, djunaidi kembali menerima pertanyaan yang sama disusul pemukulan.

“salah seorang dari mereka kembali datang waktu saya mau sampai ke motor, menanyakan hal yang sama dan disusul oleh seorang temannya yang ingin menyerang saya. namun beberapa diantara mereka menarik saya, tak lama berselang kembali orang yang sama menyerang saya. namun pukulannya ditahan oleh salah seorang diantara mereka” pungkas junaidi.

Dan di harap kepada penegak hukum agar memberikan tindakan hukum sesuai dengan impormasi yang terjadi wilayah pemerintahan kota (Pemko) Subulussalam , agar kedepan peremanisme yang di duga kerabat dekat penguasa Pemko Subulussalam tidak menjadi sarang sarang sebelum meluaskan sayap’nya.(Aiyub Bancin)

Pos terkait