Dugaan PT Socfindo Lae Butar Menaburkan (Die Fdie Aet Ampera)

  • Whatsapp

ACEH SINGKIL/NEWSSANTIKORUPSI-Perusahaan PT Socfindo Lae Butar di Demo.Masyarakat yang telah melakukan kekerasan terhadap perempuan warga kampung Pandan Sari , dugaan menaburkan (Die Fdie Et Ampera) rabu tanggal 14/10/2021.

Dalam aksi demo tersebut meminta kepada seluruh masyarakat lebih waspada karena kita tidak tau apa misi oknum PT Socfindo Lae Butar , karena awal ada kekerasan terhadap seorang perempuan yang menyandang rehabilitasi buk Suriyani.

Bacaan Lainnya

Kordinator demo aksi ketua ,Wajir Antoro kordinator lapangan Budianto warga pemuda kampung Pandan Sari Blok (ll) dan kordinator lapangan , Rudi Hardiansyah , warga pemuda kampung Tulaan bersama kordinator lapangan Dedi Sutomo juga masyarakat kampung Tunas Harapan di tambah Mak Kiyel Delegasi Ibuk Ibuk anti kekerasan kordinator lapangan.

Dalam aksi unjuk rasa ( UNRAS) tersebut meminta tuntutan (6) Poin yang pertama pihak PT Socfindo Lae Butar Poin (1) meminta pihak perusahaan PT Socfindo memberikan sanksi dan mencopot an.Heru Damanik sebagai asisten evdeling (ll) yang telah melakukan kekerasan terhadap kaum perempuan di Aceh Singkil.

Yang ke (ll) meminta kepada pimpinan Medan juga mencopot pimpinan PT Socfindo Lae Butar , yang di kira tidak becus dalam melakukan tugas kepada orang orang bawahannya.ke (lll) PT Socfindo Lae Butar mendesak pemerintah daerah ( Pemda) Aceh Singkil segera memindahkan pabrik PT Socfindo Lae Butar , juga sudah tidak layak di tengah tengah kota Aceh Singkil di kecamatan gunung meriah.

Dan selanjutnya ke (IV) pimpinan PT Socfindo Lae Butar agar melepaskan lahan se luas 500 hektar untuk masyarakat ring ring 1 .ke (V) meminta PT Socfindo Lae Butar mempekerjakan masyarakat pemuda pemudi kabupaten Aceh Singkil, yang terakhir ke (Vl) mendesak pihak pimpinan PT Socfindo Lae Butar menunjukkan di mana lokasi plasma dan CSR nya.

Dalam acara unjuk rasa ( UNRAS) di dampingi beberapa ketua badan Adpokasi Indonesia (BAI) dan ketua LBHK Hitler Tumanggor juga menyampaikan bahwa pimpinan PT Socfindo Lae Butar Pak HUGO , dan MASRIYADI kepala Tehnik (1) juga pelaku kekerasan terhadap perempuan yaitu HERU Damanik agar segera di copot dari di pindahkan ke Papua karena kami tau telah menyebarkan (Die Fdie Air Ampera ) yang pernah kita dengar bahasa Belanda , karena PT Socfindo Lae Butar ini memang perusahaan Belanda . ujar Hitler Tumanggor,

Lanjutnya Hitler Tumanggor , bahwa PT Socfindo Lae Butar perusahaan pertama’ di Aceh Singkil ini , atau sebagai bapak perusahaan yang berada di Aceh Singkil ini dan sudah seyogyanya memberikan contoh yang baik bagi perusahaan lain , namun sayangnya ternyata pimpinan PT Socfindo Lae Butar selama ini selalu menciptakan forpoganda untuk memecah belah, jelasnya.

Juga di tambah kan Ucok Marfaung bahwa pimpinanPT Socfindo Lae Butar meminta wartawan video Singkil dan wartawan Aceh terkini , supaya publik mengetahui jikalau pemukulan Ibuk Suriyani warga kampung Pandan Sari itu benar bukan hoax , karena kami ada bukti video wawancara nya, dan ini kami juga sesama wartawan di adu domba oleh Pak HUGO sebagai pimpinan PT Socfindo saat ini Masriyadi sebagai Tehnik (1) selanjutnya Heru Damanik asisten efdeling ( PT Socfindo Lae Butar.

Acara aksi demo tersebut tersebut akhirnya menuju depan pabrik PT Socfindo Lae Butar, meminta agar kegiatan transportasi pengangkutan buah kelapa sawit terhenti di perkirakan hampir 2 jam wib sehingga menyebabkan macet , akhirnya pimpinan PT Socfindo Lae Butar turun bernegosiasi sehingga dan membuahkan hasil tuntutan 6 poin yang bisa di putuskan poin ke( 5) yang berbunyi akan segera memperkerjakan putra daerah sesuai dengan skillnya, ujar Hugo.

Dan tuntutan beberapa poin yang di ajukan kita serahkan keranah nya masing masing jikalau kekerasan yang ada penegak hukum , dan seperti plasma dan CSR kita dudukan bersama pemerintah daerah (Pemda) dan permintaan yang lain itu bukan ranah saya tapi atasan pimpinan PT Socfindo Lae Butar Medan yang berwenang.jelas Hugo.

Dan sebelum ketua kordinator aksi demo tersebut membubarkan massanya namun , Herman menyampaikan Minggu depan akan ada aksi demo , jikalau Heru Damanik tidak di copot , karena telah membuat kekerasan terhadap perempuan yang menyandang rehabilitas , tegas Herman.

Sesuai dengan hasil pantauan media massa pengunjuk rasa ( UNRAS) tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan ( Prokes) dan aman terkendali. (Aiyub Bancin)

Pos terkait