Komisi 3 DPRD Nisel Pantau Jalan Longsor Di Desa Tuho’owo

  • Whatsapp

Nias Selatan, NAK-Terkait longsor yang menutup badan di Desa Tuho’owo Kecamatan Hilimegai Kabupaten Nias Selatan (Nisel) bulan Desember 2019 yang lalu, Komisi 3 DPRD Nisel Pantau langsung lokasi longsor tersebut, Jumat (21/2/2020).

Komisi 3 DPRD Nisel yang memantau lokasi longsor tersebut, diantaranya : Wakil Ketua Komisi 3 DPRD, Ferisman Ndruru, SE, sekretaris komisi Tongoni Tafona’o, BA, Fa’ahakho Dodo Gulo, Suarmanto Laia, Nibezaro Halawa, dan Sifaoita Buulolo, dan Kassubag Umum Marselinus Manao, dan Damai Omega Laia.

Muat Lebih

Sekretaris Komisi 3 DPRD Nisel, Tongoni Tafona’o, BA mengatakan bahwa apabila dibuat anggaran untuk membersihkan bekas longsor itu hanya bersifat penanggulangan sementara bukan permanen, karena satu minggu setelah dibersihkan akan turun lagi mengingat tanahnya labil, Ucap Tafona’o kepada Wartawan usai pantau lokasi longsor itu!

“Pun dipermanenkan jalan itu, tentu jalan tersebut begitu – begitu aja keadaannya, karena saya tiga tahun lebih di Kecamatan Lolowau, itu aja persoalan di Desa Tuho’owo itu”, Tutur Politisi Partai Perindo itu!

Lebih lanjut, Politisi Partai Perindo itu mengatakan bahwa Kalaupun pemda nisel berniat menganggarkan disitu, maka pihak di DPRD nisel sangat menyetujui hal itu, dengan catatan jangan hanya lokasi yang longsor, harus satu paket dia bersama jalan, mulai dari simpang Kecamatan Lolowau menuju lokasi yang longsor, Ucap Tafona’o!

Kemudian, melewati yang longsor itu satu paket lagi menuju Kecamatan Hilimegai, Sebab apabila dibawah alat berat disitu, maka jalan – jalan yang telah disemenisasi itu akan rusak, maka bukan semakin meringankan beban masyarakat disitu, tapi semakin menyusahkan mereka, Pungkas Tafona’o!

Nah, kalau pemda berniat menganggarkan itu, tentu butuh anggaran berkisar 2 Miliar untuk diaspal, sambil dibersihkan jalan itu yang sifatnya darurat, Ucapnya!

Memang jalan itu menghubungkan antar kecamatan ke kecamatan, namun jalan alternatif utamanya dari Kecamatan Lolowa’u ke Sisarahili dan dari Sisarahili ke Togizita jalan sudah bagus, dan apa yang disampaikan selama ini, itu terlalu dibesar – besarkan, juga tidak mengancam kehidupan ekonomi, kenapa jalan kendaraan ini juga bisa sampai dilokasi itu, Jelas Tafona’o!

Namun solusinya, bagaimana pemda menganganggarkan anggaran satu paket dari Simpang Kecamatan Lolowa’u menuju Desa Lolohowa sampai ke titik longsor itu, kalaupun dilakukan normalisasi jalan itu tidak akan selesai, malah justru lebih besar nilai normalisasinya, dan lebih baik dibangun jembatan karena lebih aman, karena disamping kiri – kanan jalan itu jalan keras, dan tidak mengancam dari atas, Ucapnya!

“Tentu, DPRD sangat setuju dan mendukung pemda menganggarkan terkait jalan tersebut “, Pungkasnya!

Setelah kita langsung dilapangan, kita berharap supaya pemda melalui dinas terkait yaitu Dinas PMD untuk mendorong 2 Desa memanfaatkan anggaran Dana Desa yang sudah ada supaya masyarakat tidak terisolir juga melewati jalan sepanjang 50 Meter itu, juga kepada Dinas PUPR apabila ada dana – dana yang tidak diperkirakan bisa menganggunakan anggaran itu, Harapnya!

Komisi 3 DPRD Nisel sangat mendukung Pemda apabila ada anggaran yang disediakan disitu.

Dalam kesempatan ini juga, Tafona’o berharap kepada Mitra Kerja yaitu Pers untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat dan informasi yang disampaikan sesuai dengan data dan fakta yang ada, Imbuhnya!

Sementara Anggota DPRD Komisi 3 DPRD Nisel, Nibezaro Halawa, ST mengatakan bahwa longsor yang terjadi di desa Tuho’owo Kecamatan Hilimegai yang menutup bahu jalan merupakan sebuah dilema, dimana apabila dilakukan pembersihan tanah tersebut bisa saja tertimbun lagi akibat tanahnya labil, Ucap Halawa!

Kita berharap agar masyarakat setempat didukung oleh pihak pemerintah supaya badan jalan itu dipindahkan, dan inilah salah satu solusi agar jalan tersebut nyaman dan itu juga merupakan jangka panjang supaya jalan tersebut tidak berlarut – larut dalam longsor, Harap Politisi Partai Demokrat itu!

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Setelah Komisi 3 mempertimbangkan tadi, apabila didatangkan alat berat agak susah juga, masalahnya apabila alat berat didatangkan, pasti jalan dari bawah (Simpang Kacamatan Lolowau) semua akan rusak dan ini juga merupakan pertimbangan kita, Ucapnya!

“Kalau kita bersihkan sekarang, bisa saja besok jika ada hujan longsor lagi, karena kondisi tanahnya labil”, Tutur Anggota Komisi 3 DPRD Nisel itu!

Setelah kami monitoring ini, rencana kita akan mengundang pihak pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR untuk mencari solusi apakah itu perlu dianggarkan melalui APBD TA. 2021, itupun dengan berbagai pertimbangan tadi akan kita bicarakan bersama dinas PUPR, Ucap Halawa!

Ia menambahkan, Untuk membangun jalan tersebut tergantung ketersediaan anggaran di Pemda. jika ada, ya harus dibangun semua, dan itulah harapan kita yang sebenarnya, Tambah Halawa!

Politisi Partai Demokrat Daerah Pemilihan 3 (Dapil 3) mengatakan bahwa itukan termasuk jalan desa, jadi lebih pas menurut kami ditangani oleh desa melalui Dana Desa, atau bagaimanalah kebijakan satu desa itu untuk merenacanakan yang terbaik dan itupun tetap koordinasi kepada DPMD apakah kedepan bisa diadakan pembukaan badan jalan, Ucapnya!

Secara khusus, saya sebagai anggota DPRD Nisel dari Dapil 3 mendukung penuh apabila Pemerintah berniat membangun jalan, namun persoalannya dananya agak besar, sebab dia satu paket, mulai dari simpang Kecamatan Lolowau sampai dititik longsor, Ucapnya!

Penulis :Riswan Gowasa

Pos terkait