Tenggelam Di Danau Toba Saat Mengikuti Kegiatan Perjusami Ternyata Anak Tunggal Dari Ibu Netty Boru Sidabutar

  • Whatsapp

Pematang Siantar, NAKUcapan belasungkawa terus mengalir ke keluarga. Dan ternyata, selain akibat hanyut saat mengikuti Perkemahan hari Jumat, Sabtu dan Minggu (Perjusami), sosok anak tunggal atau satu satu nya atau sematawayang itu menbuat orangtuanya dan teman –  teman sekolah dan sepermainan nya tak tahan menahan kesedihan dengan menangis histeris menyambut kedatangan jenajah Putri Margaretty boru Sinambela (16) dirumah orangtuanya di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar hari Minggu (22/9/2019) sore sekira pukul 15.30 Wib.
“Tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana terpukulnya perasaan ibu kandung Putri karena Putri itu anak sematawayang, bang”ujar Yanti dan beberapa teman teman Putri ditemui dirumah duka.

Yanti menambahkan sehari harinya Putri merupakan anak yang baik dan ramah dalam berteman. Putri memang tidaklah juara disekolah tapi Putri itu orangnya pintar makanya Putri bisa masuk kelas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Bacaan Lainnya

“Putri orang nya baik dan ramah kalau berteman. Kami sangat kehilangan sosok Putri. selamat Jalan Putri, Tenanglah disisi Tuhan,”ujar Yanti singkat sembari tak henti hentinya menangis dihadapan jenajah Putri yang disemayamkan dirumah orangtuanya itu.

“Putri, Nunga sahat be ho di Jabu ta boru (Putri, sudah sampai kau dirumah kita boru),”tak henti hentinya diucapkan Netty boru Sidabutar sembari menangis histeris.

Sementara itu sesuai informasi dari para tetangga yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan ibu dan kandung Putri sudah lama pisah ranjang. Bapak kandung Putri sama sekali tidak diketahui keberadaannya apalagi kabar kabarnya sudah menikah lagi. Putri hanya dibesarkan ibu kandungnya itu dari hasil usaha kecil kecilan dan tinggal dirumah oppungnya atau orangtua ibu kandungnya di Jalan Mangga tersebut.

Sesuai pantuan, kedatangan jenajah Putri juga turut disambut Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kota Siantar St A Panjaigan dan beberapa orang guru. Netty boru Sidabutar ibu kandung Putri menangis histeris setelah keluar dari dalam mobil ambulance yang membawa jenajah Putri.

Mulai hari Jumat (20/9/2019) pagi Putri bersama 365 siswa siswi lainnya baik kelas X, XI dan XI sudah mengikuti kegiatan Perjusami yang diselenggarakan OSIS SMA Negeri 1 Kota Siantar dan akan berakhir hari Minggu (22/9/2019) di Dusun Jambu Desa, Kelurahan Parsaoran Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) dengan membangun kemah dipinggir danau toba depan Hotel Jordan.

Esok harinya, Sabtu (21/9/2019) sore sekira pukul 15.00 Wib para siswa siswi dibagi dibagi per kelompok yakni Organisasi OSIS, Paskiras, Pramuka, UNPALA, Karya Ilimah Remaja (KIR), Pendalaman Iman (PI), Organisasi Siswa Khatolik (OSK), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Palang Merah Remaja (PMR) dan Rohani Islam (Rohis). Dimana Putri tergabung dalam Kelompok KIR yang beranggotakan 37 orang siswa siswi.

Lalu para siswa siswi itu itu berjalan di pinggir danau dengan cara bergandengan tangan. Saat di pinggir danau tiba tiba Putri dan teman temannya diantaranya Valencia Sinaga, Cristin Sarumpaet, Angel Tambunan dan Angelina Manurung terpeleset dan terjatuh ke danau. Para guru pembimbing langsung menolong para siswa siswi tersebut. Tapi saat dilakukan penghitungan dan di absen ternyata Putri tidak ditemukan keberadaannya. Para guru dibantu pihak hotel melakukan pencarian diseputaran danau tetapi tidak ditemukan.

Kejadian itu pun membuat Tim Basarnas ikut turun membantu dengan menyelam diperairan danau toba tersebut. Esok pagi harinya, Minggu (22/4/2019) sekira pukul 10.00 Wib Tim Basarnas berhasil menemukan keberadaan Putri tewas kemudian mengevakuasi keluar dari dalam danau lalu membawa ke RSUD Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga jenajah Putri dibawa pulang kerumah orangtuanya.

Reporter ; Dodi Lupika NST

Pos terkait