Warga pulau Lipan tengelam Di Perairan Desa Bakung Ditemukan sudah neningal

  • Whatsapp

Lingga, NAK-Warga pulau Lipan Hilang tengelam dilaut Di Perairan Desa Bakung Ditemukan Sudah miningal, Proses evakuasi korban tengelam oleh tim pencari
– Pencarian Korban Tengelam di perairan Desa Bakung, Kecamatan Singkep Barat membuahkan hasil. Seorang nelayan ikan teri ditemukan jasad korban terapung tak jauh dari lokasi korban terakhir kali terlihat yaitu sekitaran pulau Berelas Desa Bakung, Senin pagi (08/07/2019) pukul 07.40 WIB.
Setelah ditemukan oleh nelayan setempat, jenazah korban langsung dijemput oleh Basarnas yang juga sedang melakukan pencarian. Jenazah korban kemudian dipulangkan ke kediamannya didesa Penuba, Kecamatan Selayar.

Sebelumnya Polsek Singkep Barat menerima laporan korban hilang akibat tersambar petir di perairan Desa Bakung atas nama Juran (60) nelayan asal pulau Lipan Desa Penuba yang diperkirakan hilang pada Minggu (07/07/2019) pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Singkep Barat IPTU Idris mengatakan, “setelah menerima rka PK, kami dari Polsek Singkep Barat bersama TNI AL, Basarnas, Tagana dan Polairud melakukan pencarian di seputaran Pulau Berelas mulai dari pukul 16.00 WIB, Karena cuaca tak mendukung, akhirnya pencarian dihentikan pada pukul 23.00 malam dan dilanjutkan senin”, paparnya.
Kapolsek Singkep Barat menjelaskan, adapun kronologis kejadian yang menimpa korban atas nama Juran(60) warga Pulau Lipan Desa Penuba Kecamatan Selayar, dilaporkan hilang pada pukul 14.00 WIB karena tersambar petir diperairan desa Bakung saat sedang melakukan perjalanan setelah melaut dan rencananya akan pulang menuju desa penuba.
Saat itu korban sedang di menumpangi sampan yang diganding menggunakan perahu motor (Bout) yang di kendarai oleh anak menantu korban Nen (30) dan istri korban Sambarian (40).
Naas, perahu yang ditumpangi korban tersambar petir ketika hendak bergerak pulang, saat itu istri serta anak menantu korban melihat kebelakang kearah sampan Korban, ketika itu sampan korban pecah dan tenggelam bersama korban akibat hantaman petir tersebut.

Saksi (istri dan anak menantu korban) sempat melakukan pencarian, namun korban tidak ditemukan. Saksi memutuskan pulang ke Desa Penuba dan langsung melaporkan kejadian yang menimpa mereka.pungkasnya.

(mhmd)

Pos terkait