Kelompok Tani Maju Bersama Pokja (6) Minta Percepatan Proses Hukum

  • Whatsapp

ACEH SINGKIL/NEWSSANTIKORUPSI-Ketua kelompok tani maju bersama Pokja ( 6) (KKTMP_6) meminta percepatan proses hukum terkait perkara tanah kelompok kami di kampung gosong telaga selatan ,senin tanggal 24/10/2021.

Sesuai dengan undang-undang dan peraturan di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yang sudah seyogyanya patut taat dan di patuhi jelas ketua kelompok tani maju bersama Pokja 6 kepada media NAK.

Bacaan Lainnya

Anton , sebagai ketua kelompok merasa kecewa dengan adanya pihak ke3 yang mengaku ngaku pemilik tanah yang seluas sampai 500_Ha yang tertulis di surat segelnya,kan jadi pertanyaan kok jaman dulu luas 1 hektar aja udah hebat.ujat Anto.

Menurut Anto, jikalau tanah kelompok Maju Bersama Pokja 6 tersebut memiliki alas hak berupa surat keterangan tanah (DKT) yang di keluarkan oleh kepala desa kampung gosong telaga selatan kecamatan Singkil Utara , yang sudah di atur dalam kelompok tani,

Kelompok kami , kata dia sudah di akui oleh pemerintah daerah seperti kepala kampung dan kecamatan sehingga kelompok kami mendapatkan bantuan bibit kelapa sawit dari dinas perkebunan kabupaten Aceh Singkil . ucap Anto

Karena adanya sengketa oleh oknum pihak ketiga yang mengaku ngaku pemilik tanah kelompok kami , sehingga terjadi komplin nah dari nantinya menjadi ribut sehingga kami tempuh proses hukum di pengadilan negeri (PN) Aceh Singkil,

Alhamdulillah , sesuai dengan hasil keputusan pengadilan negeri (PN) Aceh Singkil bahwa berdasarkan alas hak dan saksi yang kami miliki sehingga kami mendapatkan hasil keputusan dari pengadilan mengatakan menang,

Dan mereka dan pihak ke3 tersebut merasa kurang puas sehingga mengajukan banding ke propinsi Aceh, dan juga di tolak oleh propinsi akhirnya mereka langsung banding ke pusat karena merasa kurang puas.jelas Anto

Harapan Anto selaku ketua kelompok tani maju bersama Pokja 6 mengharapkan proses percepatan putusan dari pengadilan negeri pusat Jakarta dan kami juga mengharapkan hasil yang sama , jikalau proses nya sudah selesai agar kami merasa nyaman untuk menanam lahan kami atau kelompok tani kami, karena bibit bantuan dari dinas perkebunan Aceh Singkil sudah terbengkalai dan di ragukan akan mati.tutup Anto.(Aiyub Bancin)

Pos terkait