Wakil Rakyat Bertugas Ketuk Kebijakan, Bukan di Kutuk Oleh Masyarakat

  • Whatsapp

Batu Bara, newssantikorupsi.com- Batu Bara, “Trust” yang dimiliki oleh sebagian Masyarakat Batu Bara terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Batu Bara sudah tidak ada lagi. Hal ini disampaikan oleh salah satu pemerhati kebijakan publik di batubara via WA.

Saat ditanya soal apakah tugas Anggota Dewan dalam melakukan fungsinya sudah terlaksana, dia menjawab bahwa anggota dewan yang ada perlu diberikan pokok-pokok pikiran dan pilar kebangsaan.

Bacaan Lainnya

“Kita melihat banyaknya anggota dewan di batubara ini masih belum muncul sebagai wakil rakyat yang benar-benar representatif rakyat, makanya saya katakan bahwa anggota dewan kita di batu bara itu tengah dihadapkan pada konteks degradasi fikiran dan wawasan kebangsaan, dimana degradasi tersebut dilihat dari ekses bicara, tindakan dan kehadiran ditengah masyarakat”. Ungkap Adam.

Salah satu kemunduran itu didengar segi bicara bahwa anggota dewan yang berada di batubara hanya mampu bicara di depan rapat-rapat kelengkapan dewan atau di kedai kopi.

“Dalam segi bicara atau katakanlah argumentatif, kita mesti mengingat adakah para dewan-dewan tersebut bicara issue-issue krusial di tengah-tengah masyarakat, contoh katakanlah aspek sosial kenapa Pemkab Lamban dalam Mencairkan BLT Dana desa hingga hari ini banyak masyarakat desa belum menerima BLT DD, maksud saya coba dong katakan ke publik secara esensial argumentatifnya sebagai Representarif Rakyat Batu Bara. Memang ada yang frontal, tapi azas kepentingannya terlalu besar untuk PILKADA akan datang sehingga selfie dan asik berfoto dengan caption Calon Wakil Bupati 2024”. Cetus Adam.

Soal tindakan, beliau mengatakan anggota dewan batu bara belum terlihat bertindak dan indikatornya bahwa segala sesuatu tindakan belum terealisasi seperti hasil Musyawarah Dan Rapat-Rapat jarang di publish apa keputusan.

“Tindakan atau perbuatan Dewan hari ini masyarakat rasakan nihil, banyak Rapat Dengar Pendapat, Rapat Banggar, Paripurna, Komisi itu terpublik dengan managerial yang baik, kita sepakat era globalisasi dan teknologi sangat kencang arusnya sampai ke desa-desa. Tapi belum mereka manfaatkan untuk tindakan yang diambil. banyak foto-foto hanya bertemu dengan katakanlah perwakilan lembaga menjalankan Rapat dan Musyawarah namun kembali lagi esensi dari rapat tersebut tidak kelihatan. Dan ini mencerminkan degradasi kepancasilaan dalam sila ke-4”.ucap Adam.

Dan terakhir soal kehadiran ditengah-tengah masyarakat bahwa sejatinya dewan itu memiliki fungsi input dan output

“Dalam konteks Kebijakan Publik, Kita mengenal Input, Output dan Proses diantara keduanya, inilah yang dirasa masih minim pengetahuan sehingga esensi fundamen menjadi wakil rakyat itu ya harus mengetahui, contoh dasar disini bahwa wakil rakyat selalu kunjungan, atau studi banding dengan daerah-daerah lain. Namun kita sedikitpun belum merasakan dampak explorasi DPRD itu sendiri karena publikasi dan intisari dari itu belum pernah dihadirkan kepada masyarakat dan hal-hal baik dan buruh harus di sosialisasikan dong ke masyarakatnya”.pungkas Adam.

Sambungnya bahwa jika rasa nasionalisme belum tumbuh di inti sarinya individu para wakil rakyat maka akan terus terdegrasi secara terus-menerus. Sehingga pentingnya pelatihan atau Tes Wawasan Kebangsaan serta Tes Karakteristik Pribadi seperti CASN. Karena esensi dari Wawasan Kebangsaan merupakan syarat mutlak untuk mengamalkan empat pilar kebangsaan tanpa sekat.

(albs70)

Pos terkait