Ketua BPG Di Duga Menutup Korupsi Mantan Kepala Desa Perangusan

  • Whatsapp

Aceh Singkil. NAK – Masyarakat desa kampung Perangusan kecamatan Gunung Meriah minta di rapatkan segala aset aset desa kepada badan permusyawaratan gampong ( BPG) melalui secara surat tertulis pada tanggal 16 juni 2021.

Dalam isi surat tersebut meminta kepada badan permusyawaratan gampong ( BPG) untuk di musyawarahkan tentang aset aset desa yang sudah puluhan tahun tidak pernah teranspran dan terbuka baik di bidang pembangunan fisik atau tentang perangkat desa yang selama ini.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan surat masyarakat sehingga badan permusyawaratan gampong BPG mengundang seluruh masyarakat desa kampung Perangusan pada hari senin tanggal 21juni 2021 bertempat di masjid Baitul Rahim.

Acara musyawarah tersebut Asnawi Barus ketua badan permusyawaratan gampong ( BPG) di duga sengaja menutup nutupi Kinerja mantan Kepala Desa Perangusan , dan bersikongkol juga tidak teranspran sehingga musyawarah menimbulkan kontra.

Mustaki sekretaris badan permusyawaratan gampong BPG bersama wakil ketua merasa kecewa terhadap ketua BPG tersebut karena selama ada nya kepengurusan badan permusyawaratan gampong BPG terpilih tidak pernah musyawarah atau terbuka kepada kami dan ini salah satu nya dokumen atau data serah terima antara mantan kepala desa dan kepala desa PJ.ucap Mustaki.

Bahkan surat penyerahan aset antara Datok Tinambunan mantan kepala desa Perangusan dengan pejabat (PJ) saudara Alamin ini juga salah satu pertanda ketua kami bekerjasama menutupi korupsi kolusi dan nipotisme (KKN). jelasnya.
Musyawarah tersebut di gagalkan karena PJ kepala desa Perangusan tidak dapat hadir juga beberapa perangkat desa terutama penjaga aset tidak hadir sehingga BPG menerapkan akan di lanjutkan pada selambat lambatnya minggu depan.
Menurut pantauan media ini turut hadir ketua BPG Asmawi Barus bersama anggotanya, Ali kaor kepemerintahan Rismawati Tinambunan bendahara Desa Perangusan R Malau Babisa Perangusan bersama perwakilan masyarakat Desa Perangusan kecamatan Gunung Meriah kabupaten Aceh Singkil.

(Aiyub Bancin)

Pos terkait