Warga Mengeluh, BPUM Produktif, Tahap kedua Nama Tidak keluar Terdaftar Penerima bantuan

  • Whatsapp

Lingga – Kepri. NAK – Program Banpres produktif melalui usaha mikro (BPUM) tahap kedua 2021 senilai Rp1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu) diduga salah sasaran alias tidak tepat sasaran.

Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Bacaan Lainnya

Informasi beberapa warga mengatakan, kenapa nama kami tahap kedua ini yang katanya dapat bantuan Rp1,2 juta tidak ada, hilang tidak terdaftar. Padahal dulu tahap pertama senilai Rp2.5 juta (dua juta lima ratus ribu) kami dapat.

“Senilai Rp2,5 juta, kami dapat menerima bantuan tersebut. Tapi tahap yang kedua ini nama kami tidak ada dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan?” tanya warga heran.

“Kami cuma heran saja. Lihatlah kondisi rumah kami dan jualan usaha kami, dibandingkan sama orang-orang yang dapat menerima bantuan tersebut. Mereka mobil ada, rumah bagus, tapi masih dapat bantuan senilai Rp1,2 juta, kan lucu. Sedangkan kami, jualan cuma untuk makan sehari-hari saja, apalagi semenjak ada Covid-19 ini, sepi. Untuk modal saja kadang tak dapat, satu hari dapat lah Rp50 ribu. Tapi mungkin belum rejekinya kami,” keluh warga.

Kalau kami jualan sudah puluhan tahun, dan bukan usaha baru. Warga masyarakat pun sudah pada tahu. “Selama ini kami tak pernah dapat terima bantuan apapun, cuma yang dapat bantuan ya program ini Banpres (BPUM) Rp2,5 juta yang lalu. Dan di tahap kedua ini, nama kami tidak ada terdaftar, hilang,” ungkapnya.

“Harapan kami kepada pihak terkait penyaluran bantuan tersebut, agar meng-crosscheck, bila perlu turun lah ke lapangan. Jadi biar tahu, mana yang layak menerima, mana yang tidak layak menerima bantuan tersebut,” pintanya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui SMS melalui telepon selulernya, Lurah Raya mengatakan, “Tahap kedua data diperoleh dari pengecekan secara online oleh penerima. Kemudian direkap oleh kelurahan untuk diserahkan ke bank sebagai pihak yang menyalurkan. Dari hasil perekapan kami, ada beberapa nama yang keluar pada tahap kedua. Belum ada informasi terkait pengurangan secara resmi untuk itu, masih terus kami pantau laporan dari penerima yang sudah memeriksa NIK secara online untuk kami rekap,” ujarnya.

(RI/Mmd)

Pos terkait