Dua Ibu Rumah Tangga di Batam Berharap Suami Mereka Di Lepas

  • Whatsapp

BATAM. NAK – Dua ibu rumah tangga di Batam, tak kuasa menahan tangis setelah suami mereka ditangkap polisi.

Dijumpai awak media di bilangan Lubuk Baja, Batam, Provinsi Kepri, Kamis (1/4) siang, Seorang Ibu bernama Wafidah, mengaku suaminya bernama Abdul Majid bin Usman ditangkap oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kepri.

Bacaan Lainnya

“Kasusnya pak terkait dugaan tindak pidana pekerja Migran. Ditangkap 17 Maret 2021 di Pelabuhan Internasional Batam Center,”ujar Wafidah.

Wafidah tidak percaya suaminya pelaku utama tindak pidana itu.

“Kami tahu pak. Suami saya hanya korban. Pasti ada aktor intelektual di belakang ini. Saat ini, kami kesusahan dari sisi ekonomi. Suami saya adalah tulang punggung menghidupkan kami dan tiga anak saya,” kata Wafidah dengan mata berkaca-kaca seraya menggendong anaknya yang masih berumur sekira lima tahun.

Wafidah berharap mujizat, suaminya lepas dari jeratan hukum. Karena ia yakin, suaminya tidak bersalah. “Kami sudah melihat suami di Polairud di Sekupang pak.Tapi tak bisa bertemu dengan alasan protocol kesehatan. Kami sangat susah sekarang ini,” lanjut Wafidah.

Dalam kasus yang sama, Petrus Ebo Owa alias Piter suami dari Eka, ikut ditangkap oleh Polairud Polda Kepri, setelah beberapa hari Abdul Majid ditangkap.

“Suami saya bukan ditangkap di perairan. Tapi ditangkap di tempat kerjanya di Food Court di Batam Center. Saya pun bingung suami saya dibawa-bawa ke masalah ini. Kami memohon kebebasan suami terkait hal ini. Suami saya tulang punggung bagi keluarga kami,” kata Eka dengan nada sedih.

Harapan kedua ibu rumah tangga itu, ada keadilan bagi suami mereka. Mereka juga menilai janggal penahanan suami mereka. Karena yang diamankan sebagai barang bukti adalah dua orang hendak berangkat ke luar negeri dan paspor.

“Kalau memang benar, kenapa tidak dilimpahkan ke Imigrasi atau polisi pelabuhan. Kami masih bingung,” ucap keduanya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Dansatgas Perjuangan Membela Rakyat (PMR) Kepri, Wan Azwad, S.IP yang merupakan ormas, menyerukan keadilan atas itu.

Wan Azwad memberikan warning, agar penyelesaian dugaan tindak pidana yang dimaksud tidak melanggar kompetensi dan wewenang.

“Karena jika melanggar kompetensi wewenang, kami sebagai pendamping keluarga akan melakukan upaya hukum, menyurati kejaksaan, dan hearing ke Komisi I DPRD Kota Batam,” tegas Wan.

Wan juga menyerukan, agar pihak Polairdu Polda Kepri, untuk tidak tebang pilih mengusut tuntas kasus ini. Dan bukan karena faktor tertentu.

“Kami minta Imigrasi Batam diperiksa juga sebagai para pihak yang mengeluarkan paspor, dan siapa aktor intelektual atas ini, harus diungkap dan ditangkap jika bersalah. Kami berharap, Abdul Majid dan Petrus Ebo Owa alias Piter mendapat keadilan,” katanya.

Wan juga mempertanyakan, kenapa Polairud Polda Kepri tidak melimpahkan kewenangan penangkapan itu kepada PPNS Imigrasi Batam atau Kepolisian Pelabuhan. Tapi kami tetap menghormati kinerja polisi. “Kecuali kalu ditangkap di tengah lautan. Ini kan di darat. Apa hubungannya? Tapi kami tetap menghormati kinerja polisi. Dan kami tak berspekulasi soal itu. Silahkan saja, tapi kami ingin ada keadilan untuk itu,’’ ucap Wan.

Sementara itu, hingga berita ini dimuat, belum dikonfirmasi kepada Polairud Polda Kepri.

Upaya konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, via pesan singkat lewat WhatsApp belum berhasil.

(tim)

Pos terkait