Di Seluruh Indonesia Nias Barat sumut terburuk ! Miris Skor MCP 2020

  • Whatsapp

Nias Barat. NAK – Direktur Divisi Wilayah komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Didik Agung Widjanarko, berkunjung ke Nias Barat, dalam rangka rapat koordinasi pencegahan korupsi terintegrasi di wilayah kabupaten Nias Barat, yang dilaksanakan di lobby kantor Bupati Nias Barat, jalan Sukarno Hatta no 01, pada Kamis (29/04/2021).

Pada acara rapat koordinasi pencegahan korupsi, turut hadir Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, Wakil Bupati Nias Barat Era Era Hia, Sekda Nias Barat Fakhili Gulo, Tim dari KPK RI, beberapa SKPD dan beberapa Camat.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu mengatakan, “Kami sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Nias Barat, atas dukungannya pada pemilukada tahun 2020 yang lalu, sehingga pada tanggal 26 April 2021 yang lalu, kami telah dilantik Gubernur Sumatera Utara menjadi Bupati dan wakil Bupati Nias Barat”.
Masih lanjut beliau, berterimakasihlah kepada KPK RI sudah datang ke Nias Barat. “Kami berterimakasih kepada bapak direktur divisi wilayah I KPK RI, Didik Agung Widjanarko dan Tim, karena pada awal pemerintahan kami ada rapat koordinasi pencegahan korupsi terintegrasi, karena selaras dengan visi misi kami yakin “BERSIH UNGGUL DAN MAJU” sehingga Kabupaten Nias Barat kedepan berhasil mewujudkan visi dan misi tersebut, untuk itu kepada ASN kami mari kerjasama,” tegasnya.

Kemudian pada sambutannya, Direktur divisi wilayah I KPK RI, Didik Agung Widjanarko mengatakan, “Dalam data kami di KPK, Nias Barat merupakan yang terburuk dalam penyampaian laporan Skor MCP 2020, secara pribadi ini merupakan beban moral bagi saya, karena wilayah Sumatera Utara merupakan tanggungjawab kami di Direktur divisi wilayah I KPK RI, untuk itu perlu kita kerjasama untuk memperbaiki kedepannya, supaya Nias Barat merupakan contoh yang baik kepada daerah-daerah yang lain kedepan”.

Lanjutnya, “kita juga mesti berhati-hati supaya kita tidak terlibat dengan yang namanya Korupsi, karena sangat berbahaya. Ada dua hal yang membuat orang terjerumus dalam korupsi, pertama ada niat dan yang kedua ada kesempatan, untuk itu kita tetap bersyukur apa yang kita miliki saat ini, sehingga bisa kita terhindar dari permasalahan yang lebih besar.

(Tem)

Pos terkait