Formas Lhokseumawe Pertanyakan Kinerja Inspektorat Aceh Singkil Ragukan Main Mata

  • Whatsapp

Aceh. NAK – Inspektorat aceh singkil menargetkan lima desa untuk diaudit dalam tahun ini sesuai berita beredar yang disampaikan langsung kepala inspektorat M.Hilal kamis (21/1/2021) di beberapa bulan lalu.

Rahmad manik selaku humas formas lhokseumawe rabu tanggal 17 maret 2021 menuturkan pada media terkait pertanyakan kinerja inspektorat yang katanya akan mengaudit lima desa pada februari 2021 lalu .namun ,sampai sekarang pemeriksaaan tersebut belum terlaksana . tuturnya

Bacaan Lainnya

Ada desa tersebut dari lima desa itu yakni desa pulau balai dan pulau baguk,kecamatan pulau banyak,desa kuta simboling,kecamatan singkil,desa blok 15,kecamatan gunung meriah,dan desa lae gambir kecamatan simpang kanan namun sampai saat ini belum terbukti jangan ada main mata.

Formas lhokseumawe menegaskan inspektorat harus berperan besar dalam pengawasan desa,Alokasi anggaran dana desa (ADD) harus diawasi dengan baik oleh insfektorat karna hal ini menyangkut kerugian negara.tegasnya

Fakta nya sampai saat ini belum ada tindak lanjut terhadap lima desa tersebut dan kami meminta pengauditan tersebut segera dilakukan karna sudah lewat batas yang ditargetkan insfektorat yakni bulan februari 2020.

Rahmad manik meminta inspektorat harus bersungguh-sungguh dalam mengemban tugas yang telah diamanahkan kalau tidak lebih baik mengundurkan diri saja dari pada hanya sebagai pencitraan belaka.

Apakah untuk mengaudit dana desa membutuhkan waktu yang begitu lama.bagaimana bisa memulih ekonomi dan kesejahteraan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan .?

Dalam hal ini kami menilai kepala insfektorat hanya mencari sensasi dengan tidak relevan penyampaian dengan kinerja.

Jika memang tidak mampu untuk mengaudit anggran desa yang di nilai bermasalah kami dari mahasiswa akan menyurati inspektorat provinsi untuk bisa mengambil peran dalam masalah ini, dan kami mengangap inspektorat aceh singkil telah gagal dalam melaksanakan tugas/ kinerjanya.jelas Rahmat.

(Aiyub Bancin)

Pos terkait