Judi Online Marak, Pemkab Aceh Singkil Diminta Lakukan upaya Pencegahan

  • Whatsapp

Ket foto : Sekjen DPD BKPRMI Kabupaten Aceh Singkil Mustafa Naibaho. (foto: AJNN/KHAIRUMAN)

ACEH SINGKIL NAK- Prihatin melihat kondisi maraknya game judi online saat ini yang dilakoni oleh berbagai lintas usia, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) minta Pemkab Aceh Singkil lakukan upaya pencegahan dengan tegas.

Bacaan Lainnya

“Padahal sudah ada fatwa dari MPU Aceu bahwa game judi online dan sejenisnya haram hukumnya, namun tetap saja bisnis kotor itu semakin digandrungi apalagi kelompok remaja, ini celaka bagi generasi kita bila tidak segera di tindak tegas”,kata Mustafa, Sekjen BKPRMI, Aceh Singkil kepada AJNN Sabtu (6/2/2021).

Kami berharap sekali meminta pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera melakukan langkah upaya pencegahan terhadap maraknya permainan judi online sehingga tidak menimbulkan keresahan mayarakat terutama para orang tua.

“Contoh kecil, akibat judi online tersebut, banyak waktu terbuang sia-sia, membuat harapan angan-angan kosong akibat penasaran, parahnya lagi membuat seseorang menjadi bergadang sehingga ujung-ujungnya menjadi pemalas”,kata Sekertaris Jeneral DPD BKPRMI Aceh Singkil itu.

Dia menegaskan judi online yang sudah difatwakan haram oleh MPU Aceh ini, sangat membahayakan masa depan para remaja dan pemuda saat ini, apabila judi game online ini kita biarkan terus marak.

Sebab kata mustafa, kegiatan judi game online itu selain haram, juga menyita waktu yang harus nongkrong dan memegang handphone berjam-jam. Terutama bagi pelajar yang sangat menggangu aktifitas belajarnya si sekolah baik pada malam hari, lebih-lebih ironinya pada saat jam belajar sekolah dan sangat mengganggu kesehatan.

Untuk itu Mustafa meminta pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera lakukan upaya mencegah agar game judi online di daerah Sekata Sepekat tidak marak dan meresahkan dengan merazia tempat-tempat atau lapak permainan game judi online baik saat jam sekolah maupuan di waktu malam.

Selain itu, sambungnya, melakukan langkah sosialisasi baik Fatwa MPU Aceh serta terhadap bahaya dari game judi online terhadap kehidupan bermasyarakat.

Kemudian, lanjut Mustafa juga berharap kepada pihak sekolah agar selalu mengawasi dan melakukan upaya preventif kepada siswa/ pelajar untuk tidak mendekati game judi online tersebut.

Sebab kecanduan game judi online dapat merusak masa depan para pelajar.
KHAIRUMAN.

(Muklis)

Pos terkait