Fraksi NPKP Nyaris Adu Jotos ,Penyebab (Forcidas) Di Gedung DPRK

  • Whatsapp

Aceh Singkil. NAK – Sidang penyampaian pendapat akhir tahun terhadap Raqan P-APBK Aceh Singkil Perubahan anggaran 2020, dalam masa kerja satu tahun ke 2021di gedung sekeretariat DPRK Aceh Singkil,Jumat tanggal 25 september 2020.

Dalam acara rapat paripurna tersebut satu fraksi di dewan perwakilan rakyat kabupaten ( DPRK) menyampaikan pendapatnya yaitu Fraksi Nasdem Perjuangan Kebangkitan dan Kebangkitan (NPKP). Nyaris terjadi adu jotos sesama anggota dewan, lantaran berbeda pandangan.

Bacaan Lainnya

Ramli Boga Politisi PPP selaku juru bicara Fraksi NPKP membacakan penyampaian pandangan umum dalam acara tersebut.

“Dengan adanya pengaduan dari umat Nasrani yang tergabung dalam Forum Cinta Damai Aceh Singkil (Forcidas) kepada Komnas HAM Aceh pendirian rumah pendeta, kami berpandangan bahwa hal tersebut telah mencoreng wajah dan merendahkan derajat dan martabat Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil,mengangkangi aturan dan qanon aceh. ungkap Ramli Boga tegas.

Tegas Ramli Boga, berdasarkan undang-undang Nomor 11 tahun 2006 pasal 126 ayat 2 berbunyi ” Setiap orang yang bertempat tinggal atau berada di Aceh wajib menghormati pelaksanaan syari’at islam ” dan pasal 127 ayat 4 “Pendirian rumah ibadah harus mendapat izin Pemerintah Aceh dan/atau Pemerintah Kabupaten Kota” oleh sebab itu kami meminta kepada bupati dalam hal mendirikan tempat ibadah dan yang berkaitan dengan tempat ibadah harus berpedoman kepada Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2016 pasal 13 sampai dengan pasal 19 tentang syarat pendirian tempat ibadah terutama di aceh singkil.

“Lanjutnya apabila hal tersebut tidak dapat memenuhi, kami meminta kepada Bupati untuk melakukan penertiban dan dapat melakukan tindakan secara tegas atas pelanggaran hukum yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan,” Jelasnya kembali.

Usainya pembacaan dari juru bicara Fraksi NPKP setelah semua selesai ,menyampaikan pendapat akhir Fraksi, salah satu anggota Fraksi NPKP Jaimar Tumangger merasa keberatan dan mencabut tanda tangan sebelumnya ia bubuhkan.

Dan menghampiri Sadri selaku Ketua Fraksi dan terlihat adu mulut, tidak senang atas tindakan Jaimar tersebut Ahmad Fadhli internal Fraksi yang sama mendatangi Jaimar nyaris terjadi perkelahian. Beruntung anggota dewan yang lain cepat melerai atas kejadian tersebut.

Menurut pemantaun tim media ini tidak ada korban cuma cekcok mulut aja sekitika acara tetap berlanjut kembali walau sudah suasana sore hari.

(Aiyub )

Pos terkait