Kejari Lingga Akan Tetapkan Tersangka Akhir Pebruari.Rehab dan pengecatan RSUD dabo

  • Whatsapp

Lingga Kepri, NAK – KQBARXXI. com. – Kasus proyek rehab dan pengecatan RSUD Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri, menghabiskan dana tahun anggaran (TA) 2018 mencapai Rp. 1 miliyar diduga kuat jadi ajang bagi-bagi untung yang ditangani pihak Kejari Lingga, kini sudah masuk kepada tahap penetapan tersangka.

Kejari Lingga Imang Job Marsudi, SH.,MH melalui Kepala seksi pidana khususnya Yosua PL Tobing saat dikonfirmasi melalui via WhatsAppnya Selasa 17 Pebruari 2020 sekira pukul 12.08 wib menyebutkan.

Muat Lebih

“Terkait kasus pengecatan Rumah Sakit Umum Dabo (RSUD) Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Kepri. Kita pihak penyidik Kejari Lingga tinggal menetapkan tersangka bang. Soalnya hasil perhitungan kerugian negara baru keluar dari Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP)”, Ucapnya.

Selanjutnya, Saat disinggung terkait kapan waktu penetapan tersangka tersebut, Kasi Pidsus kejari lingga mengatakan. Karena Pak Kejari masih melaksanakan Umrah bang, Jadi kemungkinan besar rencananya di akhir bulan pebruari atau paling lama di awal bulan maret ini bang, Kata Yosua.

Kala di konfirmasi wartawan terkait berapa orang bakal calon (Bacalon) yang akan ditetapkan sebagai tersangkanya kasus dugaan bagi-bagi untung proyek pengecatan RSUD Dabo, Disela tawanya, kalau yang ini mohon izin bang. “No komen”, harap dimengerti bang. Pokoknya setelah kami menetapkan tersangkanya. Saya pasti akan menyampaikan ke teman-teman media untuk rilis bang.

Kata Josua, Selain penetapan tersangka kasus rehab dan pengecatan RSUD tersebut, Kami juga sedang melakukan penyelidikan terkait keuangan Desa Berindat TA 2018-2019 yang diduga bermasalah penggunaannya oleh warga masyarakat Desa Berindat sebelumnya, tutupnya.

(mhmd)

Pos terkait