Lama tak berfungsi, Video Troon Kantor Dinkes Batubara Diperbaiki

  • Whatsapp

Batubara, NAK-Setelah menahun tegak menghitam alias tidak berfungsi karena mengalami kerusakan akhirnya video troon di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Batubara tampak mulai diperbaiki.

Pantauan wartawan, perbaikan video troon yang sudah berlangsung dua hari sejak Senin (09/09) tersebut tampak mulai menimbulkan warna-warni nyaris bermotif gorga Tapanuli. Bahkan pada Selasa siang (10/09) pada layar besar itu sempat menampilkan tulisan informasi.

Muat Lebih

Tidak diketahui ‘buah butilnya’ (masalahnya) ‘tipi gadang’ yang diperkirakan berukuran 2 x 3 meter yang tadinya mulai membaik namun Selasa petang tampak balik padam.

Meski demikian perbaikan video troon di depan kantor Dinkes tersebut mendapat apresiasi pemerhati sosial di Batubara Sawaluddin Pane.

Kepada wartawan Sawal mengatakan perbaikan itu bagus dilakukan karena video troon merupakan alat informasi yang dapat diakses masyarakat.

Namun lanjut dia, disamping perbaikan video troon ada kabar lain yang tidak kalah pentingnya untuk dicleirkan pihak Dinkes.

“Informasi yang kita dengar adalah soal gaji belasan tenaga para medis di RSUD Batubara yang disebut-sebut hingga kini belum dibayar. Saya pikir masalah ini justru lebih penting karena menyangkut hak hidup para pekerja. Apalagi informasinya gaji belasan tenaga para medis tersendat hingga ‘8 bulan’ (sesuai SK per 04 Januari 2019-red)”, ungkap Sawal.

Sawal mengimbau sebaiknya Dinkes mendahulukan persoalan gaji tenaga para medis ketimbang perbaikan video troon yang dianggap tidak bersifat terlalu urgen.

“Kalau mekanismenya sudah jelas kenapa harus ditunda-tunda. Bayarlah, kasian mereka dan tentu mereka (para medis) berharap hasil jerih payahnya”, pungkas Sawal Pane.

Beberapa tenaga paramedis honorer yang minta jatidirinya dirahasiakan mengungkapkan mereka mendengar desas desus kalau honor mereka akan dibayarkan antara Senin dan Selasa (09-10/10) bulan ini. Namun hingga Selasa (10/09) pukul 16.45 WIB pembayaran honor mereka masih sebatas kabar kabari.

Saat ini kedelapan belas tenaga paramedis honorer RSUD Batubara hanya dapat ‘menjerit’ batin akibat pembayaran honor yang hingga pertengahan September 2019 ini belum juga jelas juntrungnya.

Informasi beredar, 18 para medis di RSUD menerima dua SK dalam setahun. SK pertama diterbitkan pertanggal 04 Januari 2019 berlaku selama satu tahun anggaran dan kedua diterbitkan pertanggal 17 Juni 2019 berlaku selama 7 bulan anggaran.

Sayangnya hingga berita ini dikirim ke redaksi belum didapat keterangan resmi dari pejabat berkompeten di Dinkes tentang SK yang diterbitkan dua kali dalam setahun tersebut.

Namun diberitakan sebelumnya, Kadis Kesehatan Kab Batubara dr Dewi Chailaty, M, Kes menyebutkan gaji ke 18 tenaga para medis di RSUD hanya dapat dibayar terhitung Juni 2019.

“Pembayaran gaji terhitung Januari 2019 tidak dapat direalisasikan karena bisa menjadi temuan. Namun bila terhitung Juni 2019 maka akan disegerakan”, ujar Dewi sembari mengatakan bila terdapat kekeliruan pada SK pertama maka akan dilakukan perbaikan.( NAK.)

Reporter/Editor ; Rahmat Hidayat.

Pos terkait